Kepergian Julia Perez dan Peringatan Bahaya Kanker Serviks - Jawa Pos

Home

Posted by : Unknown Saturday, December 23, 2017

Artis Julia Perez ketika dimakamkan di kawasan Depok, Jawa Barat, 10 Juni 2017. Kepergian Jupe meningatkan betapa pentingnya kaum hawa akan kesadaran bahaya kanker serviks (Derry Ridwansah/Jawapos.com)

JawaPos.com – Kepergian artis Julia Perez menyisakan duka mendalam bagi dunia hiburan. Artis yang dikenal enerjik ini meninggal setelah berjuang melawan kanker serviks yang diidapnya sejak beberapa tahun terakhir.

Adapun sebelum meninggal, Jupe saat itu berjuang melawan kanker serviks stadium empat. Dia juga diketahui menjalani serangkaian pengobatan.

Apa yang dialami Jupe-sapaannya- semakin membuka mata kaum hawa tentang bahaya kanker serviks, salah satu penyakit yang paling ditakutkan wanita. Virus ini menyebabkan kutil kelamin dan kanker serviks. HPV bisa menular secara hubungan seksual.

Parahnya, gejala kanker serviks bersifat asimtomatik atau tanpa gejala. Jupe ketika itu sudah setahun terakhir bolak balik ke rumah sakit karena berjuang melawan si virus pembunuh ini.

Asimtomatik adalah suatu penyakit ketika si penderita tidak menyadari gejala apapun. Asimtomatik mungkin tidak akan terdeteksi sampai si penderita melakukan tes medis.

Karena bersifat asimtomatik, kanker serviks bisa terasa setelah 3-10 tahun setelah berhubungan seksual atau menikah. Jika seseorang sudah berhubungan intim, maka wajib memeriksakan diri. Virus HPV itu sendiri ketika terpapar hanya satu kali, belum tentu reaktif.

Julia Perez

Pedangdut Dewi Persik ketika menjenguk almarhum Julia Perez. Sebelum meninggal, Jupe sempat cukup lama menjalani perawatan medis (Ist/Jawapos.com)

Frekuensi paparan itulah yang membuat virus itu menjadi kanker. Salah satu penularannya melalui hubungan seksual. Gejala awal biasa ditandai dengan keputihan hebat dan timbul bercak-bercak darah tetapi bukan menstruasi.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena kanker serviks. Wanita yang sudah berhubungan seksual paling berisiko. Ironisnya, karena tanpa gejala, banyak wanita yang datang berobat saat sudah stadium lanjut.

Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo, menjelaskan menjelaskan penyakit kanker pada umumnya tidak diketahui dengan jelas apa penyebabnya.

Dalam beberapa penelitian empiris, pasien yang menderita kanker serviks itu adalah mereka yang terpapar pada faktor-faktor risiko.

Berbagai faktor risiko bisa saja memicu penularan. Di antaranya, pergaulan bebas atau seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang selalu berganti pasangan rentan terpapar virus kanker serviks. Kemudian berhubungan seks di usia muda di bawah usia 15-17 tahun, juga bisa memicu timbulnya kanker serviks.

Sebagai tambahan, virus ini juga menyerang mulut rahim

Menurut Agung, seseorang dengan kanker serviks biasanya ditangani dengan operasi dan radiasi, sedangkan kemoterapi jika setelah stadium 2-3. Sementara ketika stadium sudah lanjut maka dapat menjalar hingga nyeri di bagian kaki.

"Ironisnya, wanita pasien kanker yang datang hampir 70 persen sudah stadium lanjut. Sehingga pada akhirnya susah diobati," jelas dia.

Sama dengan wanita lainnya, untuk pencegahan maka kaum hawa dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear atau IVA. Karena wanita mana saja berisiko jika sudah melakukan hubungan seksual.

Biasanya kalau saja tindakan pengobatan kuratif, kemoterapi, operasi, dan radioterapi pasien kanker dilakukan dengan tepat, maka prognosis hidup pasien cukup baik. Artinya, kualitas hidup pasien cukup baik bisa bertahan sampai 2-3 tahun.

"Gejala awal penyakit kanker serviks sering tidak terdeteksi. Karena itu, pemahaman dan edukasi harus diberikan kepada seluruh kaum hawa," tutup Agung.

(ika/JPC)

Alur Cerita Berita

Berikutnya >

Mengaku Konsumsi Obat Batuk, Pilot Citilink Dilarang Terbang

Rekomendasi Untuk Anda

Sponsored Content

loading...



http://ift.tt/2CYnxt9

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Julia Perez - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -